KLINIK PAIN ONLINE

Inilah 60 Jenis Sakit Kepala dari 200 Lebih Jenis Sakit Kepala

Spread the love

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala: kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan. Ternyata ada lebih dari 200 jenis sakit kepala. Beberapa tidak berbahaya dan beberapa mengancam jiwa.

Meskipun banyak orang di masyarakat umumnya mengalami tension type headache (TTH) dibanding migrain, akan tetapi sebagian besar orang yang menderita sakit kepala mencari pengobatan ketika menderita migrain. Lebih dari 90% dari 1203 pasien konsultasi dokter umum datang dengan keluhan sakit kepala didiagnosis dengan migrain sebagai penyebab keluhan mereka. Meskipun prevalensi pasien dokter umum yang didiagnosis migrain cukup banyak di antara pasien sakit kepala, akan tetapi pasien sendiri sering kali yakin bahwa sakit kepala yang mereka alami diakibatkan oleh penyakit sinus.

Sakit kepala adalah gejala nyeri di wajah, kepala, atau leher. Ini dapat terjadi sebagai migrain, sakit kepala tipe tegang, atau sakit kepala cluster. Sakit kepala yang sering terjadi dapat memengaruhi hubungan dan pekerjaan.  Ada juga peningkatan risiko depresi pada mereka yang mengalami sakit kepala parah.

Sakit kepala bisa terjadi karena berbagai kondisi. Ada sejumlah sistem klasifikasi berbeda untuk sakit kepala. Yang paling terkenal adalah International Headache Society. Penyebab sakit kepala mungkin termasuk dehidrasi, kelelahan, kurang tidur, stres, efek obat-obatan, efek obat-obatan rekreasional, infeksi virus, suara keras, flu biasa, cedera kepala, konsumsi cepat makanan atau minuman yang sangat dingin, dan gigi atau masalah sinus (seperti sinusitis)

Perawatan sakit kepala tergantung pada penyebab yang mendasari, tetapi biasanya melibatkan obat pereda nyeri. Sakit kepala adalah salah satu ketidaknyamanan fisik yang paling umum dialami.

Sekitar setengah dari orang dewasa mengalami sakit kepala pada tahun tertentu. [1] Sakit kepala tegang adalah yang paling umum, mempengaruhi sekitar 1,6 miliar orang (21,8% dari populasi) diikuti oleh sakit kepala migrain yang mempengaruhi sekitar 848 juta (11,7%).

Sakit kepala adalah masalah universal, dengan prevalensi hampir 99%, dan merupakan alasan paling umum untuk rujukan neurologis. Sakit kepala bisa memiliki makna klinis sedikit akan tetapi juga mungkin menjadi pertanda adanya penyakit yang mengancam jiwa. Rasa sakit pada kepala disebabkan oleh traksi/penarikan, perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.

BACA SELENGKAPNYA :  Terapi Obat Pilihan Terkini Nyeri Pinggang atau Low Back Pain

Salah satu jenis sakit kepala yang juga banyak dikeluhkan adalah sakit kepala sebelah atau migrain. Serangan sakit kepala migrain terasa lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah. Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bau-bauan. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat segala aktivitas si penderita.

Kata migrain berasal dari bahasa Yunani yaitu hemicrania (hemi = setengah, cranium = tengkorak kepala). Serangan sakit kepala migrain dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu, dengan lama serangan biasanya 1-2 jam. Migrain atau sakit kepala sebelah sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, diperkirakan jenis sakit kepala ini disebabkan karena adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (luka radang). Ada juga Sakit kepala tipe ketegangan (tension type headache, atau TTH) cirinya adalah kedua sisi kepala seperti diremas dengan kencang, tetapi tidak disertai gejala lain (tidak mual, muntah, sensitif cahaya, dan lain-lain).

Sakit kepala sebagian besar bersifat primer yaitu tanpa ada penyakit yang mendasarinya seperti migrain, cluster, dan tension type headache. Meskipun demikian ada juga sakit kepala yang disebabkan oleh sebuah proses yang mendasari penyakit atau kondisi yang biasa disebut sakit kepala sekunder, dimana kondisi ini harus menjadi fokus awal dalam evaluasi diagnostik sakit kepala. Manifestasi dari penyakit sistemik yang mendasari dapat membantu dalam diagnosis etiologi sakit kepala dan harus selalu dicari. Karena jika sampai terlambat bisa berakibat fatal.

JENIS SAKIT KEPALA

Ada lebih dari 200 jenis sakit kepala. Beberapa tidak berbahaya dan beberapa mengancam jiwa. Deskripsi sakit kepala dan temuan pada pemeriksaan neurologis, tentukan apakah tes tambahan diperlukan dan pengobatan apa yang terbaik. Sakit kepala secara luas diklasifikasikan sebagai “primer” atau “sekunder”. Sakit kepala primer adalah sakit kepala jinak berulang yang tidak disebabkan oleh penyakit atau masalah struktural yang mendasari. Misalnya, migrain adalah jenis sakit kepala primer. Meskipun sakit kepala primer dapat menyebabkan nyeri dan kecacatan harian yang signifikan, sakit kepala ini tidak berbahaya. Sakit kepala sekunder disebabkan oleh penyakit yang mendasari, seperti infeksi, cedera kepala, gangguan pembuluh darah, pendarahan otak atau tumor. Sakit kepala sekunder bisa berbahaya. “Bendera merah” atau tanda peringatan tertentu menunjukkan sakit kepala sekunder mungkin berbahaya.

BACA SELENGKAPNYA :  5 PENYEBAB ARTRITIS

60  jenis sakit kepala
Jenis sakit kepala yang berbeda bergantung pada kelasnya. Beberapa jenis umum termasuk:

  • Primary tension headaches that are episodi  (Sakit kepala tegang primer yang bersifat episodik)
  • Primary tension headaches that are chromic (Sakit kepala tegang primer yang bersifat kronik)
  • Primary muscle contraction headaches  (Sakit kepala kontraksi otot primer)
  • Primary migraine headaches with aura (Sakit kepala migrain primer dengan aura)
  • Primary migraine headaches without aura (Sakit kepala migrain primer tanpa aura)
  • Primary cluster headache (Sakit kepala cluster primer)
  • Primary paroxysmal hemicrania (a type of cluster headache) (Hemikrania paroksismal primer (sejenis sakit kepala cluster))
  • Primary cough headache (Sakit kepala batuk primer )
  • Primary stabbing headache (Sakit kepala menusuk primer)
  • Primary headache associated with sexual intercourse (Sakit kepala primer yang berhubungan dengan hubungan seksual
  • Primary thunderclap headache (Sakit kepala petir primer)
  • Hypnic headache (headaches that awaken a person from sleep (Sakit kepala hipnik (sakit kepala yang membangunkan seseorang dari tidur))
  • Hemicrania continua (headaches that are persistently on one side only, right or left [unilateral])(Hemicrania continua (sakit kepala yang menetap di satu sisi saja, kanan atau kiri [unilateral]))
  • New daily-persistent headache (NDPH) (a type of chronic headache)(Sakit kepala persisten harian baru (NDPH) (sejenis sakit kepala kronis))
  • Headache from exertion(Sakit kepala karena aktivitas)
  • Trigeminal neuralgia and other cranial nerve inflammation (Neuralgia trigeminal dan peradangan saraf kranial lainnya)
  • allergy headaches
  • hormone headaches
  • caffeine headaches
  • hypertension headaches
  • rebound headaches
  • post-traumatic headache
  • Acute sinusitis (nasal and sinus infection)
  • Arterial tears (carotid or vertebral dissections)
  • Blood clot (venous thrombosis) within the brain — separate from stroke
  • Brain aneurysm (a bulge in an artery in your brain)
  • Brain AVM (arteriovenous malformation) (arteriovenous malformation) — an abnormal formation of brain blood vessels
  • Brain tumor
  • Carbon monoxide poisoning
  • Chiari malformation (structural problem at the base of your skull)
  • Concussion
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19)
  • Dehydration
  • Dental problems
  • Ear infection (middle ear)
  • Encephalitis (brain inflammation)
  • Giant cell arteritis (inflammation of the lining of the arteries)
  • Glaucoma (acute angle closure glaucoma)
  • Hangovers
  • High blood pressure (hypertension)
  • Influenza (flu) and other febrile (fever) illnesses
  • Intracranial hematoma
  • Medications to treat other disorders
  • Meningitis
  • Monosodium glutamate (MSG)
  • Overuse of pain medication
  • Panic attacks and panic disorder
  • Persistent post-concussive symptoms (Post-concussion syndrome)
  • Pressure from tight headgear, such as a helmet or goggles
  • Pseudotumor cerebri
  • Stroke
  • Toxoplasmosis
  • External compression headaches (a result of pressure-causing headgear)
  • Ice cream headaches (commonly called brain freeze)
  • Medication overuse headaches (caused by overuse of pain medication)
  • Spinal headaches (caused by low pressure or volume of cerebrospinal fluid, possibly the result of spontaneous cerebrospinal fluid leak, spinal tap or spinal anesthesia)
  • Thunderclap headaches (a group of disorders that involves sudden, severe headaches with multiple causes)

Материалы по теме:

Diagnosis Terkini Sakit Kepala Migrain
Sakit kepala migrain adalah gangguan sakit kepala yang kompleks dan berulang yang merupakan salah satu keluhan paling umum dalam pengobatan. Di Amerika Serikat, lebih ...
Terapi Medis Obat Terkini Artritis Gout
 Audi Yudhasmara, Sandiaz
BACA SELENGKAPNYA :  Terapi Medis Obat Terkini Sakit Kepala Migrain
Pirai atau artritis gout juga dikenal sebagai podagra bila terjadi di jempol kaki adalah kondisi kesehatan yang biasanya ditandai oleh adanya serangan ...
Penyebab dan Faktor Resiko Low Back Pain, Lumbago atau Nyeri Pinggang
Low back pain atau lumbago dalam nyeri pinggang sering terjadi akibat gangguan pada tulang dan otot punggung. Sakit pinggang atau low back pain merupakan ...
5 PENYEBAB ARTRITIS
  Arthritis adalah istilah yang sering digunakan untuk mengartikan gangguan apa pun yang memengaruhi sendi.  Gejala umumnya termasuk nyeri sendi dan kekakuan. Gejala lain mungkin ...
Patogenesis Artritis Reumatoid Berkaitan Dengan Alergi Makanan
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara Artritis reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun yang sangat rumit dengan hiperplasia sinovial dan tulang rawan serta kerusakan tulang. Patogenesis RA berkorelasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× KONSULTASI VIRTUAL NYERI Chat Di sini